Beranda » Ilmuwan dan Penemuan » Penjelajah NASA Temukan Titik Terdingin Dalam Tata Surya !

Penjelajah NASA Temukan Titik Terdingin Dalam Tata Surya !

Google Translate

Free counters!
Add to My AOL Add to Google Reader or Homepage Subscribe in Bloglines

My feed

Geneku's Blog

IP

My Delicious

Author

Blog ini didedikasikan bagi rekan guru MTs Kemenag Kab. Tegal.

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Alat jelajah bulan NASA menemukan titik terdingin di sistem tata surya.Titik itu memiliki temperatur sangat rendah untuk makhluk hidup dan bisa mencapai di bawah minus 249 derajat celcius.
Orbit penjelajah bulan NASA menggunakan instrumen peramalnya yang disebut Diviner menemukan tempat terdingin di sistem tata surya, adalah di bulan. Saat malam berlangsung, temperatur di tempat itu dapat mencapai hingga di bawah minus 249 derajat celcius. Menurut laporan BBC News, instrumen peramal Diviner meneliti bagian tergelap yang dalam secara permanen di kawah yang ada di bulan. Juga ditemukan pada pertengahan musim dingin, malam hari di dalam suhu permukaan kawah paling dingin di daerah kutub utara dapat mencapai minus 249 derajat Celcius (26 derajat Kelvin). “Bulan memiliki salah satu lingkungan termal yang paling ekstrim bagi siapapun di sistem tata suurya,” ujar Profesor David Paige, Kepala Peneliti Diviner dari Universitas California Los Angeles. “Pada pertengahan hari, temperatur dapat mencapai hingga 400 derajat Kelvin (127 derajat Celcius), dan di kutubnya pada pertengahan malam, di sana bisa menjadi sangatlah dingin,” tambahnya. Kemiringan dari sumbu bulan adalah sebesar 1 ,54 derajat. Bagi kebanyakan tempat, hal ini tidak membuat perbedaan, namun sebagaimana Prof Paige enjelaskan, di kutubnya hanya muncul tiga derajat perubahan dari ketinggian matahari di cakrawala dalam siklus satu tahun. “Hasil ini membuat variasi yang signifikan terhadap perluasan bayangan dan temperatur,” tambahnya. Diviner mengobservasi temperatur terendah pada musim panas di titik tergelap di kutub selatan sekitar 35 Kelvin atau minus 238 derajat Celcius. Tetapi di utara, dekat dengan arus musim dingin yang eksis, instrumen Diviner merekam temperatur sekitar 26 Kelvin di dasar permukaan bulan di kawah Hermit. Juga ada wilayah di ujung selatan di dasar kawah Peary dan Bosch yang kondisi temperaturnya hampir sama dingin. “Cara kita untuk membuat sesuatu hal menjadi lebih dingin adalah dengan menghilangkan semua potensi sumber panas dan di kawah ini di kutub bulan dan mereka sama sekali tidak menerima sinar matahari secara langsung dan tempat terdingin adalah yang tidak pernah menerima sinar matahari secara langsung,” kata Profesor Paige. “Dengan kata lain, hanya sedikit radiasi dapat tersebar dari beberapa tebing di atas mampu jauh turun ke daerah-daerah tersebut, dan mereka hanya sejuk. Akhirnya, mereka mencapai keseimbangan suhu turun pada saat-nilai rendah,” tambahnya.[ito]
Sumber: http://id.shvoong.com/exact-sciences/astronomy/1956249-penjelajah-nasa-temukan-titik-terdingin/

%d blogger menyukai ini: