Beranda » PTK/KTI » Prosal PTK IPS Ekonomi

Prosal PTK IPS Ekonomi

Google Translate

Free counters!
Add to My AOL Add to Google Reader or Homepage Subscribe in Bloglines

My feed

Geneku's Blog

IP

My Delicious

Author

Blog ini didedikasikan bagi rekan guru MTs Kemenag Kab. Tegal.

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

PROPOSAL SKRIPSI

STUDI KORELASI MINAT SISWA TERHADAP PENGGUNAAN VCD, DALAM PEMBELAJARANIPS EKONOMI, DENGAN PRESTASI BELAJAR IPS EKONOMI PADA SISWA MTS. NEGERISLAWI KABUPATEN TEGAL TAHUNPELAJARAN 2009/2010

PENDIDIKAN EKONOMI

  1. B. Latar Belakang Masalah :

Abad 21 merupakan abad pengetahuan dimana pengetahuan akan menjadi landasan utama segala aspek kehidupan. Abad pengetahuan sangat berpengaruh terhadap pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, dan lapangan kerja. Pendidikan adalah salah satu hal yang sangat penting untuk membekali siswa menghadapi masa depan. Untuk itu proses pembelajaran yang bermakna sangat menentukan terwujudnya pendidikan yang berkualitas. Siswa perlu mendapat bimbingan, dorongan dan peluang yang memadai untuk belajar dan mempelajari hal-hal yang akan diperlukan sebagai bekal bagi kehidupannya.

Tuntutan masyarakat yang semakin besar terhadap mutu pendidikan serta pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, membuat pendidikan tidak mungkin lagi dikelola hanya dengan menggunakan pola tradisional. Profesionalisme dalam dunia pendidikan yang bermuara pada peningkatan kualitas pembelajaran di kelas, tidak bisa kita kesampingkan. Selain tuntutan tersebut, masyarakat pun menginginkan kebutuhan akan informasi dan komunikasi yang tepat, cepat dan akurat, dimana informasi dan komunikasi sangat berpengaruh pada kemajuan dibidang pendidikan. Revolusi ilmu pengetahuan dan teknologi, perubahan masyarakat, pemahaman cara mengajar guru serta pemahaman cara belajar anak, kemajuan media komunikasi dan lain sebagainya memberi arah tersendiri bagi kegiatan pendidikan dan tuntutan ini pula yang membuat kebijaksanaan pemerintah untuk memanfaatkan media teknologi dalam pengelolaan pendidikan. Terutama dalam upaya mempercepat peningkatan mutu pendidikan.

Sebagai bagian dari kebudayaan, pendidikan sebenarnya lebih memusatkan diri pada proses belajar mengajar untuk membantu anak didik menggali, menemukan, mempelajari, mengetahui, dan mengahayati nilai-nilai yang berguna, baik bagi diri sendiri, masyarakat, dan negara sebagai keseluruhan Sudarwan. (1995:3). Selain itu pendidikan mempunyai peranan yang penting dalam mengembangkan sumber daya manusia, supaya anak didik menjadi manusia yang berkualitas, profesional, terampil, kreatif dan inovatif yang merupakan cita-cita bangsa. Pemerintah Republik Indonesia dalam hal ini telah bertekad bulat untuk memberikan kesempatan kepada seluruh warga negara Indonesia untuk menikmati pendidikan yang bermutu, sebagai langkah utama meningkatkan taraf hidup warga negara sebagai agen pembaharu, pendidikan bertanggung jawab dalam mengembangkan dan mewariskan nilai untuk dinikmati anak didik yang selanjutnya nilai tersebut akan ditransfer dalam kehidupan sehari-hari.

Terkait dengan kebijaksanaan pemerintah dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan, pemerintah telah banya mengeluarkan bantuan berupa Televisi, VCD/DVD, CD pembelajaran, Laboratorium IPA, Laboratorium Bahasa, Internet masuk sekolah dan lain sebagainya kepada setiap sekolah. Melihat kenyataan di lapangan, pemanfaatan bantuan pemerintah tersebut kurang maksimal. Contoh kecil yang mudah pemanfaatannya adalah penggunaan TV dan CD/DVD dalam kegiatan pembelajaran. Meskipun telah disediakan, para guru kita lebih cenderung memilih TV sebagai hiburan dibandingkan dengan TV sebagai alat bantu pendidikan.

Berdasarkan pengamatan peneliti dengan melihat kenyataan dilapangan, diketahui bahwa dalam pembelajaran IPS Ekonomi, penerapan teknologi masih belum optimal. Meskipun pemerintah telah berusaha mengimplementasikan teknologi sebagai media yang dapat membantu mempercepat peningkatan mutu pendidikan, dengan menyalurkan bantuan berupa TV, VCD/DVD, dan komputer serta CD pembelajaran. Namun, dalam kegiatan pembelajaran IPS Ekonomi di kelas, guru IPS belum optimal dalam memanfaatkan dan memberdayakan sumber pembelajaran yang dimiliki sekolah. Pembelajaran masih berpusat pada guru (teacher centered), text book centered dan mono media. Guru masih mendomonasi proses pembelajaran sementara siswa pasif, hanya mendengarkan dan mencatat apa yang disampaikan guru. Guru lebih banyak menggunakan metode ceramah dalam setiap penyampaian materi pelajaran IPS, karena metode ceramah merupakan metode yang paling mudah dilaksanakan. Prestasi belajar yang dicapai siswa Kelas VII MTsN Slawi masih tergolong rendah, rata-rata kelas 6,23. Padahal Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang dipersyaratkan adalah 6,50. Pengamatan di lapangan, pada pembelajaran IPS Ekonomi pada MTs. Negeri Slawi Kabupaten Tegal, menunjukkan bahwa siswa yang mendapatkan materi pembelajaran dengan menggunakan VCD pembelajaran IPS Ekonomi, cenderung memperoleh prestasi lebih baik dibandingkan dengan sisa lain yang mendapatkan materi pembelajaran secara konvensional.

Berdasarkan pada latar belakang masalah yang tersebut di atas didukung hasil pengamatan sementara, maka penulis ingin mengadakan penelitian tindakan kelas sebagai bahan kajian penulisan skripsi yang berjudul: ”Study Korelasi Minat Siswa terhadap Penggunaan VCD, dalam Pembelajaran IPS Ekonomi, dengan Prestasi Belajar IPS Ekonomi pada Siswa MTs. Negeri Slawi Kabupaten Tegal Tahun Pelajaran 2009/2010”.

  1. B. Identifikasi Masalah

Permasalahan pokok yang akan diteliti dalam skripsi ini dapat diidentifikasikan sebagai berikut::

  1. Bagaimana dan sejauh mana minat/keterkaitan siswa pada mata pelajaran IPS Ekonomi.
  2. Bagaimana penyelenggaraan proses pembelajaran mata pelajaran IPS Ekonomi di MTs. Negeri Slawi?
  3. Hambatan atau kendala apa saja yang dihadapi dalam penyelenggaraan proses pembelajaran mata pelajaran IPS Ekonomi
  4. Bagaimana dan sejauh mana prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS Ekonomi?
  5. Sejauh mana ketersediaan fasilitas perangkat media pembelajaran, khususnya TV, VCD/DVD dan komputer serta CD pembelajaran yang dimiliki MTs. Negeri Slawi?
  6. Bagaimana minat siswa terhadap penggunaan media pembelajaran TV dan VCD/DVD dalam pembelajaran IPS Ekonomi.
  7. Apakah terdapat hubungan signifikan antara minat siswa terhadap penggunaan media pembelajaran TV dan VCD/DVD dengan prestasi  belajar IPS Ekonomi.
  1. C. Perumusan dan Pembatasan Masalah

Selanjutnya perumusan dan pembatasan masalah dalam penelitian ini adalah:

“Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara minat dalam penggunaan VCD pada pembelajaran IPS Ekonomi dengan prestasi belajar IPS Ekonomi siswa MTs. Negeri Slawi Tahun Pelajaran 2009/2010”.

  1. D. Penegasan Istilah

Studi korelasi adalah

Minat penggunaan VCD/DVD pada pembelajaran IPS Ekonomi adalah

Prestasi Belajar IPS Ekonomi dalam skripsi ini adalah

  1. E. Tujuan dan Manfaat Penelitian
    1. Tujuan Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengetahui: Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara minat dalam penggunaan VCD pada pembelajaran IPS Ekonomi terhadap prestasi belajar IPS Ekonomi siswa MTs. Negeri Slawi Tahun Pelajaran 2009/2010

  1. Manfaat Penelitian

Beberapa manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian skripsi ini antara lain sebagai berikut:

  1. Bahan kajian bagi guru IPS dalam upaya memperbaiki kualitas pembelajaran di kelas.
  2. Memperluas pengetahuan dan pemahaman guru IPS dalam melaksanakan pembelajaran IPS Ekonomi.
  3. Bahan masukan bagi penyelenggara pendidikan, MTs. Negeri Slawi. Kabupaten Tegal

  1. F. Kajian Pustaka, Kerangka Berpikir dan Hipotesis
    1. Kajian Pustaka
      1. Video Compact Disc (VCD)

Video Compact Disc (VCD) merupakan sistem penyimpanan informasi gambar dan suara pada piringan. Sadiman, (1996:295). Jadi VCD adalah kepingan yang menyimpan data dalam bentuk caption, grafis, suara dengan kapasitas maksimal 700 MB. Sebagai catatan, saat ini VCD telah dikembangkan kapasitas muatannya menjadi 4 GB, dan namanya diganti dengan DVD.

Penggunaan VCD/DVD dalam kegiatan pembelajaran, memiliki keunggulan dan juga kelemahan. Kelebihan VCD dibanding dengan media lain adalah: VCD memiliki kemampuan yang dimiliki media audio-video visual maupun film, merangkum beberapa jenis media dalam satu program, digunakan berbagai efek dan teknik yang tidak dipunyai oleh media lain, dapat menghadirkan nara sumber yang sukar dan langka dan penggunaannya tidak menggunakan ruangan gelap. Sedangkan kelemahannya antara lain: tidak dapat berdri sendiri karena merupakan bagian dari rangkaian kegiatan produk video, harus memenuhi persyaratan teknis produksi, memerlukan peralatan kompleks dan mahal (Miarso., 1986: 62).

Berbagai macam jenis VCD pembelajaran yang diperjual-belikan, diantaranya VCD pembelajaran jenis instruksional, VCD pembelajaran jenis simulasi dan video pembelajaran.

  1. Media Pembelajaran

Media pembelajaran adalah alat, metode dan teknik yang digunakan dalam rangka mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah. Hamalik, (1994:12), jadi media pembelajaran merupakan sarana penyampaian informasi agar pembelajaran menjadi menarik dan hasil pembelajaran optimal.

Dalam proses pembelajaran media sangat dibutuhkan oleh para siswa, keberadaannya akan membantu mempercepat proses pemahaman dan memperkuat ingatan. Sehingga tujuan yang ingin dicapai sesuai dengan materi pelajaran, seperti yang dikatakan Azhar Arsyad (2005: 91) bahwa visual dapat menumbuhkan minat siswa dan dapat memberikan hubungan antara isi materi pelajaran dengan dunia nyata. Sementara itu Sudjana dan Riva’i (1989: 57) memperkenalkan dua macam konsep pemikiran yang masih dipakai, yaitu, Pertama; pentingnya pengelompokan jenis-jenis alat bantu visual yang dipakai dalam kegiatan instruksional. Kedua, perlunya pengilustrasian bahan-bahan pembelajaran ke dalam kurikulum sehingga penggunaannya tidak terpisahkan.

Hamalik (1994: 15) mengutip manfaat media pendidikan dalam Encyclopia of Educational Research, sebagai berikut:

  1. Meletakan dasar-dasar yang konkrit dan berfikir; oleh karena itu mengurangi verbalisme.
  2. Memperbesar perhatian siswa.
  3. Meletakan dasar-dasar yang penting untuk perkembangan belajar, oleh karena itu membuat pelajaran lebih mantap.
  4. Memberikan pengalaman nyata yang dapat menumbuhkan kegiatan berusaha sendiri di kalangan siswa.
  5. Menumbuhkan pemikiran yang teratur dan kontinyu terutama melalui gambar hidup.
  6. Membantu tumbuhnya pengertian yang dapat membantu perkembangan kemampuan berbahasa.
  7. Memberikan pengalaman yang tidak mudah diperoleh dengan cara lain dan membantu efisiensi dan keragaman yang lebih banyak dalam belajar (Azhar Arsyad (2005: 25).
  8. Untuk mencapai tujuan pembelajaran tidak mesti menggunakan media yang mahal, tetapai bagaimana guru harus pandai memanfaatkan media yang sederhana dan sudah tersedia di sekolah.
  1. Minat Siswa terhadap VCD

Berkaitan dengan media VCD, setiap media mempunyai fungsi dan tujuan masing-masing. Menurut Sadiman (2003: 28) secara khusus grafis berfungsi untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide, mengilustrasikan atau menghias fakta yang mungkin akan cepat dilupakan atau diabaikan bila tidak digrafiskan. Sedangkan menurut Sudjana dan Riva’i (1989: 57) alat bantu visual bertujuan untuk: emperkenalkan, membentuk, memperkaya serta memperjelas pengertian atau konsep yang abstrak kepada siswa, mengembangkan sikap-sikap yang dikehendaki dan dendorong kegiatan siswa lebih lanjut;

Oleh karena itu yang harus diperhatikan guru dalam memilih dan menggunakan jenis media  pembelajaran, sebaiknya dapat  mencakup aspek penglihatan (visual), pendengaran (auditif) dan gerak  (motorik), karena selain bertujuan memudahkan peserta didik dalam belajar juga mampu menanamkan konsep. Semakin banyak indera, dan gerak  anak yang  terlibat dalam proses belajar  semakin mudah anak belajar yang bermakna (Bobbi de Porter & Mike Hernaki, 2002:31).

  1. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah sebuah program pendidikan dan bukan merupakan sub-disiplin ilmu tersendiri, sehingga tidak akan ditemukan baik dalam nomenklatur filsafat ilmu, disiplin ilmu-ilmu sosial, maupun ilmu pendidikan. (Somantri, 2001:89). IPS adalah suatu ilmu yang mengkaji masalah-masalah sosial yang berkembang dalam kehidupan masyarakat.

Tujuan utama Ilmu Pengetahuan Sosial ialah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat, memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi, dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa dirinya sendiri maupun yang menimpa masyarakat. Tujuan tersebut dapat dicapai manakala program-program pelajaran IPS di sekolah diorganisasikan secara baik. Dari rumusan tujuan tersebut dapat dirinci sebagai berikut (Awan Mutakin, 1998).

1)      Memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap masyarakat atau lingkungannya, melalui pemahaman terhadap nilai-nilai sejarah dan kebudayaan masyarakat.

2)      Mengetahui dan memahami konsep dasar dan mampu menggunakan metode yang diadaptasi dari ilmu-ilmu sosial yang kemudian dapat digunakan untuk memecahkan masalah-masalah sosial.

3)      Mampu menggunakan model-model dan proses berpikir serta membuat keputusan untuk menyelesaikan isu dan masalah yang berkembang di masyarakat.

4)      Menaruh perhatian terhadap isu-isu dan masalah-masalah sosial, serta mampu membuat analisis yang kritis, selanjutnya mampu mengambil tindakan yang tepat.

5)      Mampu mengembangkan berbagai potensi sehingga mampu membangun diri sendiri agar survive yang kemudian bertanggung jawab membangun masyarakat.

  1. Hasil Penelitian Terdahulu

Brown (1973) mengatakan bahwa media pembelajaran berpengaruh terhadap efektivitas pembelajaran dan dapat meningkatkan hasil belajar, terbukti dapat meningkatkan efektivitas dan hasil belajar terlihat dari berbagai hasil penelitian khususnya yang berkaitan dengan penggunaan media VCD, seperti :

1)      Pendekatan Pembelajaran Kontekstual Bermedia VCD menghasilkan kompetensi belajar Sejarah yang lebih baik dibandingkan dengan Pendekatan Pembelajaran Kontekstual Bermedia Gambar. (Suryani, 2007).

2)      Pengetahuan perawat tentang asuhan keperawatan meningkat setelah diberikan pembelajaran dengan menggunakan media VCD. (Wijaya, 2008).

3)      Penerapan model pembelajaran langsung (dirrect instructional) berbantuan VCD dapat meningkatkan aktivitas belajar dalam pembelajaran atletik (Parwata, 2008).

Dari hasil-hasil penelitian di atas jelaslah bahwa penggunaan media pembelajaran VCD dalam kegiatan pembelajaran, sangat efektif dalam meningkatkan aktivitas dan pemahaman siswa, sehingga hasil belajar meningkat. Dilihat dari kegunaannya, siswa dapat mengetahui hal-hal yang barangkali tidak mungkin secara langsung dapat dilihat siswa, seperti: aktivitas gunung berapi, lahar, magma dan lain sebagainya. Tentunya ini sangat berguna bagi siswa dalam memahami materi pembelajaran. Motivasi merekapun akan meningkat, karena siswa disuguhi dengan metode baru, yaitu: belajar dengan cara melihat video pembelajaran. Dapat dipastikan, untuk pertemuan / kegiatan pembelajaran selanjutnya, siswa akan meminta untuk menggunakan TV dan video.

  1. Kerangka Berpikir

Berdasarkan pada asumsi hasil penelitian terdahulu, penggunaan VCD sebagai alat bantu dalam kegiatan pembelajaran IPS Ekonomi di MTs. Negeri Slawi akan meningkatkan prestasi belajar siswa. Siswa dalam hal ini akan dapat ditingkatkan minat dan perhatiannya. Minat dan perhatian yang tinggi, akan dapat meningkatkan hasil belajar siswa..

Terdapat korelasi positif antara minat siswa dalam pembelajaran IPS Ekonomi dengan media pembelajaran VCD/DVD dengan prestasi belajar IPS Ekonomi pada siswa kelas VII MTs. Negeri Slawi Kabupaten Tegal Tahun Pelajaran 2009/2010.

G. Metode Penelitian

    1. Populasi dan Sampel Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di MTs. Negeri Slawi Kabupaten Tegal, Jl. Prof. Moh. Yamin Slawi pada semester genap tahun pelajaran 2009/2010. Subjek penelitian adalah siswa-siswi kelas VII, yang berjumlah 400 siswa sebagai populasi. Menurut Suharsimi Arikunto, populasi adalah keseluruhan obyek penelitian. Atau dengan kata lain, populasi merupakan subyek yang akan diteliti.

Sampel yang akan diambil dalam peneitian ini adalah 30 siswa, yang akan diambil secara acak. Sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang akan diteliti.

  1. Variabel Penelitian

Variabel penelitian adalah objek penelitian atau segala sesuatu yang menjadi objek penelitian. Variabel ini dibedakan menjadi variabel bebas (independent) yaitu variabel yang mempengaruhi variabel lain dan variabel terikat (dependent) atau variabel yang dipengaruhi variabel lain.

Dalam penelitian korelasi, variabel penelitian terdiri atas variabel bebas (variabel X) dan variabel terikat (variabel Y). Dalam penelitian ini, sebagai variabel bebasnya adalah minat siswa dalam penggunaan VCD pada pembelajaran IPS Ekonomi. Sedangkan variabel terikat (Y) yang digunakan adalah prestasi belajar siswa-siswi kelas VII MTs. Negeri Slawi, untuk mata pelajaran IPS Ekonomi.

  1. Metode Pengumpulan Data
    1. Untuk mendapatkan data mengenai minat siswa terhadap penggunaan VCD/DVD dalam pembelajaran IPS Ekonomi. Hasil pengisian angket ini merupakan skor yang dimiliki responden.
    2. Untuk mendapatkan data prestasi belajar siswa, digunakan dokumentasi nilai mata pelajaran IPS Ekonomi dari guru mata pelajaran/sekolah.
    3. Metode observasi dan orientasi digunakan untuk melengkapi data yang sudah ada.
  2. Instrumen Penelitian

Pengumpulan data dilakukan untuk mendapatkan sebanyak mungkin data atau informasi yang dibutuhkan dalam mencapai tujuan penelitian. Ada dua metode yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian, yaitu:

  1. Observasi, yaitu pengamatan yang meliputi kegiatan pemusatan perhatian terhadap suatu objek dengan menggunakan seluruh alat indera. Teknik ini digunakan untuk melihat dan mengamati penggunaan VCD dalam kegiatan pembelajaran.
  2. Angket, untuk mengetahui minat dan perhatian siswa-siswa dalam kegiatan pembelajaran.
  3. Dokumentasi, yang berisi nilai hasil ulangan harian siswa-siswi yang dijadikan sampel penelitian.
  4. Studi literatur, yaitu alat pengumpul data untuk mengungkapkan berbagai teori yang relevan dengan permasalahan yang sedang dihadapi atau diteliti sebagai bahan pembahasan hasil penelitian yang diambil dari berbagai buku yang dianggap relevan terhadap isi penelitian.
  1. Prosedur Penelitian

Dalam rangka mencapai tujuan penelitian, maka disusun prosedur penelitian ini dalam tiga tahap, yaitu : persiapan, pelaksanan dan

  1. Persiapan, pada tahap ini dilaksanakan kegiatan :

1)      Menentukan tujuan penelitian

2)      Mempersiapkan media yang akan diujikan

3)      Menghubungi guru Pendidikan IPS Ekonomi kelas VII untuk memberitahukan rencana penelitian

4)      Menyusun instrumen berupa pedoman wawancara dan pedoman pengamatan (observasi)

5)      Menyusun angket yang akan diberikan kepada responden

  1. Pelaksanaan

Langkah-langkah yang dilaksanakan pada tahap ini berupa :

1)      Pelaksanaan proses pembelajaran sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang telah dibuat

2)      Observasi dan pengisian angket oleh responden

3)      Wawancara dengan responden berkaitan dengan media yang digunakan dalam pembelajaran

  1. Pelaporan
    1. Penyusunan dan pengolahan data
    2. Penyusunan laporan penelitian
  2. Teknik Analisis Data

Analisis data dibutuhkan dalam rangka menguji hipotesis penelitian, berdasarkan pada data-data hasil pengamatan, hasil angket dan hasil pengamatan dokumentasi. Hasil-hasil data atau informasi yang diperoleh tersebut, kemudian dianalisis dengan dua cara, yakni:

  1. Analisis Deskripsi, digunakan untuk menggambarkan keadaan yang diteliti secara apa adanya. Metode deskriptif menurut Nazir (1988:63) adalah satu metoda dalam meneliti status kelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran atau pun kelas peristiwa pada masa sekarang.
  2. Analisis Statistik Inferensial, yang digunakan untuk mengetahui hubungan antar dua variabel yang dijadikan objek penelitian, yakni: untuk mengetahui hubungan antara penggunaan VCD dalam pembelajaran IPS Ekonomi dengan prestasi/hasil belajar siswa dalam pelajaran IPS, dengan korelasi Products momen dengan formulasi :

Keterangan :

rxy =  koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y

X         =  skor butir soal pre test

Y         =  skor butir soal post test

N         =  jumlah responden.

Hasil perhitungan statistik rxy hitung yang diperoleh kemudian dikonsultasikan dengan harga tabel kritik product moment dengan rtabel taraf signifikansi 5% dan 1%.

%d blogger menyukai ini: