Beranda » Pendekatan Model » Pendekatan Inquiry dalam Pembelajaran IPA

Pendekatan Inquiry dalam Pembelajaran IPA

Google Translate

Free counters!
Add to My AOL Add to Google Reader or Homepage Subscribe in Bloglines

My feed

Geneku's Blog

IP

My Delicious

Author

Blog ini didedikasikan bagi rekan guru MTs Kemenag Kab. Tegal.

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Pendekatan inquiry adalah pendekatan dengan cara menyelidiki atau mencari. Menurut Kuslan dan Stone dalam bukunya “ Teaching Children Science an Inquiry Approach”, “… Inquiry teaching as that teaching by which teacher and children study scientific phenomena with approach and spirit of scientist”

Kutipan di atas dapat diartikan bahwa: pengajaran dengan pendekatan inquiry adalah pengajaran dimana guru dan siswa mempelajari gejala-gejala ilmiah dengan pendekatan jiwa ilmuwan. Dalam menyajikan pelajaran dengan pendekatan inquiry, guru membimbing siswa untuk beraktivitas melalui penyelidikan dan mencari atau mendapatkan data secara eksperimen. Data tersebut kemudian diolah dan dianalisis atau disimpulkan menjadi suatu hukum atau rumusan, sehingga diharapkan siswa dapat memperoleh konsep-konsep pengatahuan dari hasil eksperimennya sendiri. Ilmu pengetahuan atau kesimpulan yang didapat siswa, sebagian besar harus berdasarkan atas hasil usaha siswa itu sendiri. Pengamatan, penyelidikan maupun percobaan, dan analisis datanya harus dilakukan siswa sendiri dengan mendapatkan bimbingan dari guru.
Didalam membelajarkan IPA/Fisika guru dituntut sejauh mungkin menggunakan pendekatan inquiry (inquiry approach) atau pendekatan dengan menyelidiki. Dengan pendekatan inquiry, siswa dituntut sebanyak-banyaknya melakukan eksperimen atau pengamatan. Dengan demikian sekolah harus memiliki sejumlah alat – alat pelajaran IPA yang memadai baik secara kualitas maupun kauantitas. Apabila alat-alat tersebut tidak ada, guru dituntut untuk mengadakan alat-alat tersebut dengan menggunakan bahan yang sesederhana mungkin namun dapat mempunyai fungsi yang sama dengan alat-alat buatan pabrik. Pengamatan dan eksperimen tidak merupakan satu-satunya cara untuk mempelajari IPA/Fisika, dalam berbagai hal cara-cara menggunakan teori juga harus dibahas. Untuk itu guru harus mempunyai konsep yang jelas mengenai teori dalam IPA/Fisika. Percobaan atau eksperimen jangan dipandang sebagai pelengkap atau penyerta pelajaran, melainkan sebagai bagian yang terintegrasi dengan pelajaran.
Metode penyampaian dipilih sedemikian rupa sehingga sesuai dengan bahan yang akan diajarkan. Metode ceramah sebaiknya dikurangi. Proses pembelajaran sebaiknya menjadikan siswa lebih aktif, guru hanya sebagai pembimbing atau fasilitator sedangkan siswa aktif melakukan kegiatan-kegiatan. Siswa hendaknya dituntut keaktifannya baik fisik maupun mental ( intelectual-emotional). Metode yang sekiranya baik untuk pembelajaran IPA/Fisika adalah metode eksperimen, metode demonstrasi, metode tanya jawab, diskusi, metode tugas, metode proyek, dll.

Pendekatan inquiry dalam pembelajaran IPA
Perkataan “inquiry” (inquire) berarti menanyakan, menyelidiki, memeriksa. Proses-proses mental dalam inquiry meliputi : merumuskan problema, mendesain eksperimen, melaksanakan eksperimen, mengorganisir data, menaganalisis data, menarik kesimpulan. Selain itu juga adanya sikap jujur, objektif, hasrat ingin tahu, terbuka, mau menerima gagasan-gagasan baru atau pendapat orang lain, dsb. Sehubungan dengan hal tersebut maka pembelajaran dengan pendekatan inquiry harus meliputi pengalaman-pengalaman yang menjamin siswa dapat mengembangkan proses-proses inquiry.
Ciri-ciri pembelajaran inquiry menurut Kuslan dan Stone dalam bukunya “ Teaching Children Science : An inquiry Approach “ adalah :
a. Ada proses-proses ilmiah antara lain : mengamati, mengukur, memperkirakan, membandingkan, mengukur, meramalkan, mengklasifikasikan, bereksperimen, berkomunikasi, berpendapat, menganalisis, dan mengambil kesimpulan.
b. Jangka waktu bukan hal penting. Tidak urgen untuk menyelesaikan suatu masalah atau topik hanya karena harus memenuhi waktu yang telah ditentukan.
c. Jawaban-jawaban, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip yang dicari, sebelumnya harus tidak diketahui oleh siswa lebih dulu.
d. Siswa sunggguh-sungguh berminat dalam menemukan pemecahan masalah yang dibahas.
e. Isi atau aktivitas dalam inquiry tidak harus selalu dihubungkan dengan pengajaran-pengajaran yang telah ataupun berikutnya.
f. Setiap masalah agar diidentifikasi dan dipersempit/disederhanakan sedemikian sehingga memungkinkan dapat dipecahkan oleh kelas.
g. Hipotesis-hipotesis diaujukan oleh kelas.
h. Setiap siswa dibebani/bertanggung jawab untuk mengusulkan cara-cara memperoleh data dari eksperimen yang dilakukan, observasi, buku bacaan dan sumber lain yang bersangkutan.
i. Usul-usul tersebut dibahas dan dievaluasi oleh kelas. Bila mungkin agar dapat diidentifikasikan perkiraan-perkiraan, keterbatasan-keterbatasan, serta kesukaran-kesukaran yang bersangkutan dengan usul-usul tersebut.
j. Dalam melaksanakan penyelidikannya, siswa dapat secara perorangan atau bersama-sama dalam suatu kelompok atau bersama-sama seluruh kelas.
k. Siswa meringkas data yang diperoleh, kemudian mengambil kesimpulan sementara mengenai kesesuaiannya dengan hipotesis yang mereka ajukan. Usaha-usaha ini semua mereka lakukan untuk menghasilkan penjelasan / ketrangan ilmiah
l. Kesimpulan-kesimpulan atau penjeleasan tersebut dicari hubungannya sedemikian rupa sehingga bila mungkin dapat dihasilkan suatu konsep atau prinsip IPAyang lebih luas untuk dikembangkan selanjutnya.
Pembelajaran dengan pendekatan inquiry dapat menggunakan berbagai macam metode. Apapun metode yang dipilih hendaknya tetap mencerminkan ciri-ciri pembelajaran dengan pendekatan inquiry. Ada beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk pembelajaran dengan pendekatan inquiry, anatara lain : tanya jawab, diskusi, demosntrasi, eksperimen, dll.

About these ads

Thanks 4 You

Comment Back Myspace Comments Animated Pictures Myspace Comments
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: