Geneku's Blog

Maju Bersama Tingkatkan Mutu Pendidikan Madrasah

Bagaimana Cara Melakukan PTK (1)


Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) idealnya harus dilakukan oleh guru demi perbaikan pelaksanaan pembelajaran yang telah dilaksanakan. PTK menjadi sangat penting bagi peningkatan mutu pendidikan.

Hakikat PTK
Rendahnya mutu pendidikan di Indonesia telah banyak disadari oleh berbagai pihak, terutama oleh para pemerhati pendidikan di Indonesia. Hasil survey The Political and Economic Risk Consultancy (PERC) menunjukkan bahwa sistem pendidikan di Indonesia berada pada peringkat terakhir dari 12 negara atau berada di bawah Vietnam yang menempati peringkat ke-11. Sehubungan dengan kondisi tersebut, tidak ada pilihan lain bagi pemerintah kecuali melakukan berbagai pembaharuan dan penyempurnaan sistem pendidikan secara menyeluruh agar bangsa ini dapat bersaing di era global yang semakin kompetitif.

Salah satu pendekatan pemecahan berbagai masalah dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan adalah pemanfaatan penelitian pendidikan. Namun, kita semua tahu bahwa dampak hasil penelitian pendidikan itu dalam bentuk peningkatan kualitas pembelajaran di kelas dirasakan masih sangat kurang. Penyebabnya adalah (1) penelitian pendidikan itu dilakukan oleh pakar atau peneliti dari luar dan (2) penyebarluasan hasil penelitian ke kalangan praktisi pendidikan memakan waktu yang sangat panjang. Karena itu, penelitian yang dilakukan oleh pihak dalam dan langsung dapat diterapkan hasilnya—wujudnya antara lain penelitian tindakan (kelas)—sangat dibutuhkan.

Penelitian tindakan adalah penelitian partisipatori kolaboratif yang berawal dari klarifikasi beberapa masalah yang menarik perhatian dan dirasakan bersama oleh suatu kelompok. Istilah ini merupakan terjemahan dari action research yang dipakai kali pertama oleh Kurt Lewin (1946). Lewin menggunakan istilah tersebut untuk menyebut suatu kegiatan yang terdiri atas tiga langkah, yaitu perencanaan (planning), tindakan (action), dan evaluasi (evaluation). Salah satu bentuk penelitian tindakan adalah Penelitian Tindakan Kelas.

Dalam penerapannya ada beberapa bidang yang dapat ditingkatkan atau diperbaiki melalui PTK. Pertama, masalah belajar siswa. Yang termasuk dalam masalah ini antara lain masalah kesulitan belajar siswa, kemampuan siswa, motivasi siswa, dan model belajar siswa. Kedua, masalah desain dan strategi pembelajaran di kelas. Yang termasuk dalam masalah ini antara lain masalah pengelolaan dan prosedur pembelajaran, implementasi dan inovasi metode pembelajaran, dan interaksi di dalam kelas. Ketiga, masalah alat bantu, media, dan sumber belajar. Yang termasuk dalam masalah ini antara lain masalah penggunaan media, perpustakaan, dan sumber belajar di dalam/luar kelas. Keempat, masalah sistem evaluasi. Yang termasuk dalam masalah ini antara lain masalah evaluasi awal dan hasil pembelajaran, pengembangan instrumen evaluasi berbasis kompetensi. Kelima, masalah kurikulum. Yang termasuk dalam masalah ini antara lain masalah implementasi KTSP, interaksi guru-siswa, siswa-bahan belajar, dan lingkungan pembelajaran. Keenam, masalah manajemen kelas atau sekolah. Untuk manajemen sekolah, orang biasa menyebutnya dengan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS).

Langkah Langkah Melakukan PTK
Memilih Topik
Topik Penelitian Tindakan Kelas haruslah berangkat dari kondisi yang ada di lapangan, dalam hal ini sekolah, dan benar-benar dirasakan oleh guru dan siswa. Secara umum kriteria karya ilmiah adalah asli, perlu, ilmiah, dan konsisten. Asli artinya buatan sendiri, tidak dibuatkan oleh orang lain, dan tidak merupakan reproduksi dari karya ilmiah lain, seperti skripsi atau tesis. Perlu artinya masalah yang diangkat atau topik yang dipilih memang benar-benar perlu diteliti, tidak mengada-ada, dan tidak biasa dilakukan oleh guru dalam proses belajar-mengajar sehari-hari. Ilmiah artinya didukung oleh sumber-sumber dan data yang terpercaya, serta ditulis dengan sistematika dan tata tulis yang sesuai dengan kaidah. Konsisten artinya sejalan dengan bidang yang digeluti sehari-hari oleh peneliti. Misalnya, seorang guru SD meneliti di SMP; itu artinya tidak konsisten. demikian juga jika ada Guru Bahasa Indonesia melakukan penelitian dalam bidang Matematika, misalnya.
Selain kriteria yang bersifat umum tersebut, dalam memilih topik juga harus diperhatikan syarat-syarat yang lain, yaitu harus spesifik. Artinya, topik yang diangkat dalam PTK tidak boleh terlalu luas. Dalam bidang studi, kita dapat memilih satu kompetensi dasar atau setidaknya satu standar kompetensi. Hampir tidak mungkin jika kita mengambil lingkup satu mata pelajaran. Kecuali untuk topik yang berkaitan dengan minat, motivasi, atau sejenisnya, kita dapat menggunakan lingkup yang lebih luas.

Membuat Judul
Kali pertama orang membaca proposal PTK tentu pada judulnya. Itu artinya keberadaan judul menjadi amat penting karena dari sanalah nasib bagian-bagian sesudahnya akan bergantung. Jika judul yang kita tulis sudah salah atau tidak menarik, dapat dipastikan orang tidak akan melanjutkan membaca laporan penelitian yang kita buat.
Hal pertama yang harus kita perhatikan dalam membuat judul karya ilmiah, termasuk di dalamnya penelitian tindakan kelas adalah syarat-syarat judul yang baik. Secara umum judul karya ilmiah harus mencerminkan isi, berupa pernyataan (bukan pertanyaan atau kalimat), dan jelas (tidak terlalu panjang dan tidak terlalu pendek). Khusus untuk PTK judul harus memperlihatkan tindakan yang harus dilakukan. Judul yang dimulai dengan kata pengaruh, perbandingan, kelebihan, dan semacamnya jelas-jelas tidak menunjukkan adanya tindakan. Namun, judul yang dimulai dengan kata peningkatan, optimalisasi, pengefektifan, dan semacamnya sudah mengindikasikan adanya tindakan.

Menyusun Proposal
Pada umumnya usulan PTK itu terdiri atas dua bagian penting, yakni bagian awal dan bagian isi usulan PTK.
Bagian awal usulan PTK itu berisi halaman judul luar dan halaman pengesahan. Halaman judul luar berisi judul PTK yang diusulkan, nama peneliti, dan lembaga tempat peneliti bekerja. Bagian pengesahan berisi judul PTK; bidang ilmu; dan kategori penelitian, tim peneliti, lokasi penelitian, biaya penelitian, dan sumber dana penelitian.

Bagian isi proposal penelitian tindakan kelas meliputi aspek-aspek (1) Judul Penelitian, (2) Bidang Ilmu, (3) Latar Belakang Masalah, (4) Identifikasi Masalah, (5) Pembatasan Masalah, (6) Rumusan Masalah, (7) Tujuan Penelitian, (8) Manfaat Penelitian, (9) Landasan Teoretis dan Hipotesis Tindakan, (10) Metodologi Penelitian, (11) Jadwal Pelaksanaan, (12) Personalia, (13) Biaya, dan (14) Lampiran.
Aspek-aspek yang ada dalam proposal ini nantinya dapat digunakan sebagai laporan PTK. Biasanya, kecuali judul, aspek 3-10, atau mulai latar beklakang masalah sampai metodologi penelitian digunakan sebagai bahan Bab I, Bab II, dan Bab II dalam laporan PTK. Uraian masing-masing aspek tersebut diutraikan pada bagian laporan PTK. Selain itu, proposal ini hanya dibuat jika PTK yang akan ditempuh merupakan PTK hibah. Namun, jika penelitian bersifat mandiri, dalam pengertian tidak membutuhkan usulan dana ke instansi tertentu, proposal formal tersebut tidak diperlukan. Yang diperlukan hanyalah proposal sederhana atau pokok-pokok rencana penelitian saja.

Mengumpulkan dan Menganalisis Data
Cara mengambil data biasanya menggunakan dua teknik, yaitu teknik tes dan teknik nontes. Teknik nontes yang biasa digunakan adalah bservasi, wawancara, jurnal, dan dokumentasi. Jika kita menggunnakan teknik tes dalam mengumpulkan data, perlu dicermati pembuatan soal tesnya. Soal tes yang kita susun haruslah mampu mengukur kompetensi yang diinginkan. Karena itu, jenis tes yang kita gunakan pun harus sesuai dengan karakter kompetensi yang akan kita teliti. Jika kita akan meneliti kemampuan berbicara anak, misalnya, tentu harus menggunakan tes perbuatan. Tidak mungkin kita menggunakan tes tertulis untuk mendapatkan data kemampuan berbicara siswa. Demikian juga jika kita menggunakan teknik nontes. Kita harus bisa memilih bentuk teknik yang memang benar-benar dapat mengukur kompetensi anak.

Hal yang perlu kita perhatikan dalam pengumpulan data adalah instrumen penelitian. Teknik pengumpulan data selalu berkaitan dengan instrumen penelitian. Dalam proposal PTK orang sering mencampuradukkan keduanya. Yang benar, teknik mengumpulan data merupakan cara untuk mendapatkan data. Dalam rangka mendapatkan data tersebut dibutuhkan alat yang kita sebut instrumen penelitian. Jika kita menggunakan teknik tes, misalnya, instrumen yang kita butuhkan adalah soal tes beserta kisi-kisinya. Jika kita memilih observasi sebagai teknik untuk mengupulkan data, instrumen yang kita butuhkan adalah lembar observasi. Begitu seterusnya, masing-masing teknik membutuhkan instrumen yang sesuai.

Setelah data terkumpul, langkah selanjutnya adalah analisis data. Melalui analisis data peneliti akan mengetahui hubungan masing-masing hasil penelitian, mulai dari prasiklus sampai dengan siklus terakhir, dengan masing-masing rinciannya. Hasil analisis inilah yang merupakan bahan penyusunan laporan penelitian.

Melaporkan Hasil Penelitian
Melaporkan hasil penelitian tidak sebatas kita menguraikan temuan kita dalam laporan penelitian. Ada subbab lain yang amat penting kedudukannya kaitannya dengan pelaporan, yaitu pembahasan. Jika dalam bagian hasil penelitian kita hanya menguraikan temuan pada masing-masing siklus, jika perlu pada masing-masing teknik yang digunakan, juga instrumennya; pada bagian pembahasan kita harus mengaitkan temuan yang satu dan yang lain, bahkan juga mengaitkan antara temuan dan teori yang digunakan. Bagian ini merupakan bagian terpenting dalam laporan PTK, karena itu jika dilihat dari jumlah halamannya, bagian ini memiliki porsi yang paling banyak.

About these ads

Filed under: PTK/KTI,

Langganan Artikel

Geneku’s Tweet

Langganan Artikel

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: